GOWA, INIKATA.ID — Pemadaman listrik yang berlangsung hingga melewati jadwal mengganggu aktivitas warga, termasuk pelaku usaha bengkel las di Perumahan Green Nurhidayat, Kelurahan Romang Polong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Seorang tukang las, Abd Rahim, mengaku pemadaman listrik tersebut sangat meresahkan karena sebagian besar pekerjaannya bergantung pada pasokan listrik.
Pemadaman pada Selasa (29/9/2026) malam disebut berlangsung lebih lama dari jadwal yang diinformasikan.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, pemadaman dijadwalkan sekitar pukul 19.30 hingga 22.00 Wita. Namun, hingga pukul 22.51 Wita, listrik di lokasi tersebut belum juga menyala.
“Meresahkan sekali, apalagi saya kerjaanku bengkel bagian pengelasan. Harusnya ini sudah menyala, lewatmi,” kata Abd Rahim saat ditemui di bengkelnya.
Menurutnya, kondisi tersebut juga berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja, terutama ketika listrik padam secara tiba-tiba saat pekerja sedang menggunakan mesin gerinda atau peralatan lainnya.
“Di situ tadi waktunya 19.00 sampai 22.00, lewatmi. Apalagi banyak atau rawan kecelakaan di bengkel,” ujarnya.
Ia mengaku pekerja bisa terkejut ketika listrik tiba-tiba padam saat mesin sedang digunakan.
“Tiba-tiba kita menggerinda atau bagaimana, langsung mati lampunya. Kagetki, gerinda bisa mengenai mata, bagaimana kita yang rusak,” tuturnya.
Abd Rahim berharap pemadaman listrik dapat dilakukan sesuai jadwal yang telah ditentukan agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitasnya.
“Saya maunya kalau memang dijadwalkan, sesuai dengan jadwalnya saja. Kalau memang empat jam, lima jam mati, tepat sama waktunya,” katanya.
Selain mengganggu pekerjaan, pemadaman listrik juga berdampak pada kondisi keluarganya di rumah. Ia mengaku memiliki bayi berusia tiga bulan yang ikut terganggu karena kondisi rumah gelap dan banyak nyamuk.
“Jangan kita menunggu tongmi. Ada anak kecilta juga, kodong, umur tiga bulan. Tidak bisa tidur, banyak tongmi nyamuk,” ucapnya.
Abd Rahim menjelaskan, kebutuhan listrik di bengkelnya cukup besar karena hampir seluruh pekerjaannya menggunakan peralatan listrik.
“Saya paling butuh listrik karena bengkel las,” ujarnya.
Ia mengerjakan berbagai produk berbahan besi, mulai dari kanopi, pagar, railing, penyangga tandon air hingga teralis.
“Banyak, kanopi, pagar, railing, stand tandon air, teralis dan banyak lagi,” katanya.
Karena itu, ia meminta Pemerintah Kabupaten Gowa dan PLN mencarikan solusi agar gangguan maupun pemadaman listrik tidak terus menghambat aktivitas masyarakat, khususnya pelaku usaha yang bergantung pada listrik.
“Jadi pemerintah Kabupaten Gowa, khususnya PLN, seperti saya ini kerjanya bengkel, mengusaha-ngusaha supaya ada solusinya ini mati lampu,” katanya.
Abd Rahim berharap pasokan listrik di wilayah tersebut segera kembali normal.
“Segera normal kembali,” harapnya.
Ia juga meminta adanya solusi apabila kondisi serupa terus berulang agar masyarakat, terutama pelaku usaha, tidak terus mengalami kerugian akibat pemadaman listrik.
“Harus dicarikan solusi. Kita ini tidak bisa kalau tidak ada solusinya ini listrik,” tegasnya. (Anc)






