MAKASSAR, Inikata.id – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah berpihak kepada peternak kecil. Hal itu disampaikan menyusul aksi protes peternak ayam petelur terkait tingginya harga pakan dan telur di depan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Senin (10/8/2026), kemarin.
Amran mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk membantu peternak, mulai dari penyaluran pakan bersubsidi hingga penyerapan telur melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Yang terpenting, pemerintah harus berpihak pada peternak kecil. Sekali lagi, kami berada pada pihak peternak kecil,” kata Amran di Universitas Hasanuddin, Selasa (11/8).
Menurut Amran, pemerintah telah berkomunikasi dengan pihak yang menangani program MBG dan mendapat persetujuan untuk menyerap telur yang dihasilkan peternak.
“Kami sudah tertulis resmi dan telepon langsung kepada kepala MBG. Sudah setuju,” ujarnya.
Selain penyerapan telur, Amran menyebut Perum Bulog telah diperintahkan menyalurkan pakan melalui skema Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga Desember 2026.
“Kami sudah perintahkan Bulog agar disalurkan hingga Desember, itu sudah aman,” katanya.
Amran menegaskan kebijakan penyaluran pakan SPHP tersebut bukan baru diputuskan setelah peternak menggelar aksi. Menurutnya, surat keputusan (SK) terkait kebijakan tersebut telah ditandatangani sebelum adanya rencana demonstrasi.
“Sebelum demo, kami sudah dahului tanda tangan SK-nya SPHP. SPHP itu adalah pakan yang murah disubsidi pemerintah kepada peternak kecil,” jelasnya.
Pemerintah, lanjut Amran, juga akan membahas berbagai persoalan yang dihadapi peternak, mulai dari harga pakan, Day Old Chick (DOC), hingga kebutuhan produksi lainnya.
Ia berencana mempertemukan peternak dari seluruh Indonesia dengan produsen pakan, tim MBG, Kementerian Pertanian, serta satuan tugas terkait. Pertemuan tersebut diharapkan dapat menghasilkan solusi atas berbagai persoalan yang selama ini dikeluhkan peternak.
“Sebentar kami rapat se-Indonesia. Semua yang produsen pakan, kemudian MBG, tim MBG, dari pertanian, dari Satgas, hadir semua,” ujarnya.
Amran juga memperingatkan pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan atau memainkan kepentingan peternak kecil. Ia menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan peternak menjadi korban permainan pihak tertentu.
“Tidak boleh biarkan peternak kecil dipermainkan oleh mafia, apalagi koruptor pasti kami gilas,” tegasnya.
Ia menegaskan keberpihakan pemerintah harus diwujudkan melalui kebijakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh peternak, bukan sekadar janji atau pencitraan.
“Kami diangkat jadi menteri untuk berpihak pada rakyat, bukan untuk basa-basi, bukan untuk pencitraan saja,” katanya.
Selain telur, pemerintah juga menyiapkan penyerapan produk peternakan lainnya untuk memenuhi kebutuhan program MBG, termasuk ayam dan daging ayam yang dihasilkan peternak dalam negeri.
“DMPG, ayam, daging ayam dengan telur ke MBG,” tutup Amran.
Sebelumnya, peternak ayam petelur di Sulawesi Selatan menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Sulsel. Mereka membagikan ayam dan telur kepada masyarakat sebagai simbol kondisi peternak yang mengaku sudah tidak sanggup menanggung kerugian.
Basuki Suyuti, Penanggung Jawab aksi damai itu mengatakan, kerugian telah dirasakan peternak selama empat bulan. Tingginya harga pakan tidak sebanding dengan harga telur yang anjlok di tingkat peternak.
“Dampaknya di peternak adalah harga pakan cukup tinggi, harga telur anjlok, sehingga setiap hari kita harus menomboki Rp3.000 sampai Rp4.000 per rak telur,” kata Basuki.
Demonstran juga meminta pemerintah membuka-tutup keran impor sesuai kondisi pasokan dan kebutuhan.
Selain itu, mereka juga meminta kuota impor bahan baku pakan tidak diberikan hanya kepada pihak tertentu.
Dalam aksinya, demonstran menyampaikan tujuh tuntutan kepada pemerintah. Mereka meminta harga pakan diturunkan, harga telur distabilkan, dominasi integrator dibatasi, serta ketersediaan jagung dengan harga sesuai HPP dijamin. (Han)






