MAROS,–Anggota DPRD Maros, Muhammad Yusuf “Sarro” menyoroti masih tingginya angka kemiskinan ekstrem yang mencapai 5.720 jiwa atau sekitar 1,50 persen dari total penduduk.
Yusuf menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terutama dalam memastikan program pengentasan kemiskinan benar-benar tepat sasaran.
Menurutnya, kemiskinan ekstrem tidak hanya berbicara soal angka, tetapi menyangkut kondisi nyata masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
“Ini harus menjadi alarm bagi kita semua. Masih ada ribuan warga yang hidup dalam kondisi sangat terbatas, bahkan untuk memenuhi kebutuhan makan harian saja masih sulit,” katanya, Kamis, 4 Juni 2026.
Ia juga menguigatkan pentingnya validasi data penerima bantuan agar penanganan kemiskinan tidak salah sasaran.
“Data harus benar-benar akurat. Jangan sampai ada warga yang seharusnya berhak justru tidak tersentuh bantuan, sementara yang sudah mampu masih menerima,” tambahnya.
Fungsional Perencana Ahli Pertama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Maros, James David Mangawe menjelaskan, kemiskinan ekstrem merupakan kondisi ketika seseorang memiliki pengeluaran jauh di bawah garis kemiskinan normal.
Perhitungan kemiskinan ekstrem menggunakan formula 0,8 kali dari garis kemiskinan. (bak)






