BANTAENG, Inikata.id – Sebanyak 12 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 mengalami kecelakaan setelah mobil pikap yang mereka tumpangi mengalami rem blong di Kabupaten Bantaeng, Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 14.00 WITA.
Kecelakaan itu terjadi di perbatasan Desa Bonto Lojong dan Desa Kayu Loe. Rombongan mahasiswa yang berposko di Desa Kayu Loe itu tengah dalam perjalanan kembali ke posko setelah mengikuti kegiatan penutupan KKN.
Mobil pikap bernomor polisi DD 8999 FO tersebut diduga mengalami rem blong. Untuk menghentikan laju kendaraan, pengemudi membanting setir hingga mobil menabrak pohon di pinggir jalan. Benturan membuat kendaraan terbalik dan berguling ke sisi jalan yang lebih rendah.
Kasat Lantas Polres Bantaeng, Iptu Muhammad Irdham, membenarkan kecelakaan yang melibatkan rombongan mahasiswa KKN Unhas tersebut.
“Kami baru dapat info setelah mahasiswa KKN melapor ke Sat Lantas,” kata Irdham saat dikonfirmasi, Kamis (13/8/2026) malam.
Ia mengatakan, personel Sat Lantas Polres Bantaeng masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan serta mengumpulkan informasi terkait kecelakaan tersebut.
“Anggota sementara di lapangan bekerja. Jadi kami masih menunggu laporannya,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Dokumentasi Direktorat Komunikasi/Sekretariat Rektor Unhas, Ishaq Rahman, mengatakan kecelakaan bermula ketika kendaraan yang ditumpangi mahasiswa mengalami rem blong saat perjalanan pulang.
“Menurut informasi pengemudi, mobil mengalami rem blong. Sebagai upaya menghentikan laju kendaraan, pengemudi sengaja membenturkan mobil ke pohon di pinggir jalan,” kata Ishaq dalam keterangan resminya, Kamis (13/8) malam.
Sesaat setelah kejadian, para mahasiswa dievakuasi ke rumah warga di sekitar lokasi. Koordinator Dosen Pendamping Kegiatan (DPK) KKN Kabupaten Bantaeng, Putri F. Nurdin, yang berada tidak jauh dari lokasi, langsung menuju tempat kejadian dan menghubungi Public Safety Center (PSC).
Sekitar 10 menit kemudian, tim medis PSC Cabang Loka tiba untuk memberikan penanganan awal sambil menunggu ambulans.
Seluruh mahasiswa selanjutnya dievakuasi ke RS Anwar Makkatutu Bantaeng untuk mendapatkan penanganan medis di Unit Gawat Darurat (UGD).
Ishaq mengatakan kondisi para mahasiswa berangsur membaik setelah mendapatkan penanganan. Lima mahasiswa dinyatakan sehat dan stabil, sementara empat lainnya mengalami cedera ringan.
“Tiga mahasiswa menjalani observasi lanjutan, termasuk pemeriksaan foto rontgen. Hasilnya, dua mahasiswa mengalami keseleo pada kaki dan satu mahasiswa terindikasi mengalami fraktur pada paha,” jelasnya.
Perkembangan kondisi mahasiswa kembali disampaikan Putri pada Kamis malam sekitar pukul 21.45 WITA setelah mereka menjalani observasi oleh dokter dan tim medis RS Anwar Makkatutu.
Sebanyak 10 mahasiswa telah diperbolehkan pulang. Sementara dua mahasiswa lainnya juga telah dinyatakan boleh meninggalkan rumah sakit, namun diminta tetap beristirahat di rumah sakit karena sedang tertidur.
Kedua mahasiswa tersebut dijadwalkan dijemput saat proses pemulangan ke Makassar pada Jumat (14/8/2026).
Kepala Subdirektorat Pembelajaran Berbasis Masyarakat Unhas, Suleha Thamrin, selaku pengelola KKN Unhas, mengapresiasi respons cepat DPK KKN dan tim medis dalam menangani para mahasiswa.
“Kami mengapresiasi respons cepat DPK KKN di lokasi. Kami berharap para mahasiswa dapat terus berhati-hati dalam melaksanakan aktivitas, terutama di penghujung masa KKN,” kata Suleha.
Sebelum kecelakaan, mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 di Kabupaten Bantaeng mengikuti kegiatan penutupan KKN yang dirangkaikan dengan penghijauan serentak di lokasi Pinus Rombeng, Desa Bonto Lojong, Kamis pagi.
Setelah kegiatan selesai, mahasiswa kembali menuju posko masing-masing. Dalam perjalanan pulang, rombongan Posko Kayu Loe mengalami kecelakaan setelah kendaraan yang ditumpangi mengalami rem blong.
Kegiatan KKN Unhas Gelombang 116 kini memasuki masa akhir. Penutupan dan penarikan mahasiswa dari lokasi KKN berlangsung secara bertahap mulai Rabu (12/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026).
Khusus Kabupaten Bantaeng, penarikan mahasiswa dijadwalkan berlangsung Jumat (14/8/2026), bersamaan dengan penarikan mahasiswa KKN di Pinrang, Gowa, Maros, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Toraja Utara. (Anc)






