MAROS,–Ketua Komisi III DPRD Maros, Haeriah Rahman memimpin rapat dengar pendapat tentang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026/2027, Senin, 14 Juni 2026.
Sebab, Kabupaten Maros kembali menjadi sorotan. Masalah daya tampung sekolah negeri masih jadi tantangan utama dalam penerimaan siswa baru tahun ini.
Lonjakan pendaftar di wilayah padat penduduk membuat jumlah calon siswa mencapai hingga 3 kali lipat dari kuota yang tersedia. Kondisi ini memicu kekhawatiran orang tua terkait akses pendidikan bagi anak mereka.
Penambahan rombongan belajar (rombel) belum bisa menjadi solusi cepat. Keterbatasan guru, sarana prasarana, serta regulasi yang berlaku menjadi faktor penghambat dalam menambah kapasitas sekolah negeri.
Dinas Pendidikan Kabupaten Maros terus melakukan pembenahan, mulai dari sistem pendaftaran SPMB berbasis aplikasi hingga rencana revitalisasi sekolah untuk menambah ruang kelas di masa mendatang. Namun, persoalan utama tetap pada ketimpangan sebaran penduduk dan akses sekolah. Di satu sisi, sekolah di wilayah padat kelebihan pendaftar, sementara di wilayah lain justru kekurangan siswa.
Sekolah swasta pun menjadi alternatif bagi siswa yang belum tertampung di sekolah negeri, demi memastikan hak pendidikan tetap terpenuhi. Ke depan, dibutuhkan solusi jangka panjang melalui pemerataan fasilitas pendidikan, penambahan infrastruktur sekolah, serta evaluasi kebijakan SPMB agar lebih adaptif terhadap kondisi daerah. (bak)






