BONE, INIKATA–Kejaksaan Negeri Bone terus mengusut dugaan penjualan aset milik Perumda Air Minum Wae Manurung atau PDAM Bone.
Memasuki tahap penyidikan, jaksa kini memperluas pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat internal perusahaan daerah tersebut. Sedikitnya 12 kepala unit PDAM Bone telah dimintai klarifikasi sebagai saksi.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Bone, Fri Harmoko, mengatakan dari 16 orang yang telah dipanggil penyidik, sebanyak 12 orang sudah menjalani klarifikasi. Sementara empat orang lainnya dijadwalkan diperiksa dalam waktu dekat.
“Besok empat orang,” kata Fri Harmoko saat dikonfirmasi, Rabu (26/8/2026).
Menurut Fri, penyidik sejauh ini telah mengantongi sedikitnya dua alat bukti. Namun, proses penyidikan masih terus dikembangkan untuk memperkuat konstruksi perkara sekaligus memastikan seluruh rangkaian peristiwa dapat terungkap secara terang.
Pemeriksaan terhadap para kepala unit menjadi bagian penting dalam penyidikan. Jaksa menelusuri pengelolaan aset, aktivitas keuangan, hingga berbagai kebijakan internal PDAM Bone yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.
Salah satu aset yang menjadi sorotan adalah mobil Toyota Kijang Innova bernomor polisi DW 1019 EB. (*)






