MAKASSAR, INIKATA--Pemerintah Kota Makassar akan mulai melaksanakan job fit bagi seluruh pejabat Eselon II di lingkup Pemkot Makassar, Rabu (19/8/2026). Proses tersebut akan melibatkan tujuh orang panitia seleksi (Pansel).
Kepastian Job Fit ini diaampaikan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin. Ia mengatakan seluruh persiapan pelaksanaan job fit telah dilakukan, termasuk pembentukan tim Pansel.
“Insya Allah besok akan dilaksanakan. Panitia seleksinya sudah siap. Ada tujuh orang Pansel yang akan membantu pemerintah melaksanakan kegiatan job fit untuk seluruh Eselon II di lingkup Pemerintah Kota Makassar,” ujar Munafri, Selasa petang.
Politisi Golkar ini menyebut, tujuh anggota Pansel berasal dari unsur internal pemerintahan dan akademisi. Mereka yakni Sekda Kota Makassar, Prof. Batara (tenaga ahli), Hudli, Prof. Amir, Idris, Prof. Aswanto, serta Kepala Inspektorat Provinsi Sulsel, Marwan.
Menurutnya, job fit dilakukan untuk menilai kesesuaian kompetensi pejabat dengan posisi yang ditempatinya. Penilaian akan mencakup wawancara serta rekam jejak masing-masing pejabat.
“Ada dua, yang pertama tes wawancara dan rekam jejak untuk melihat bagaimana kita memosisikan para kepala SKPD ini untuk bisa berada di tempat yang sesuai,” jelasnya.
Munafri juga mengungkapkan, proses job fit juga berpotensi menghasilkan pergeseran sejumlah kepala SKPD. Dari evaluasi awal, diperkirakan sekitar 30–40 persen pejabat Eselon II dapat mengalami rotasi. Namun sementara ini, terdapat dua jabatan yang saat ini kosong dan harus segera diisi.
“Ada dua jabatan kosong yang harus diisi, dan saya melihat kemungkinan besar kurang lebih 30–40 persen yang akan berputar untuk memastikan SKPD ini bisa dipimpin oleh orang yang sesuai dengan kemampuan dan posisi yang ada di tempat itu,” tuturnya.
Ia menambahkan, evaluasi kinerja menjadi salah satu pertimbangan dalam penempatan pejabat. Menurut Munafri, kinerja sejumlah SKPD selama ini masih fluktuatif, sehingga diperlukan penyegaran di beberapa posisi.
“Ada yang bagus sekali, ada yang bagus, ada yang mungkin tidak tepat di tempatnya, sehingga dibutuhkan penyegaran untuk memastikan kepala SKPD ini bisa berada di posisi yang tepat,” pungkas pria kelahiran Majene ini. (Jar)






