Firmina Tallulembang Blusukan ke Dapil, Aspirasi Warga Jadi Catatan Pengawasan APBD

MAKASSAR – Anggota DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) Fraksi Partai Gerindra, Firmina Tallulembang, turun langsung menemui masyarakat dalam rangka pengawasan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulsel.

Dalam kunjungan ke daerah pemilihannya, Firmina menyerap berbagai aspirasi warga, mulai dari kebutuhan air bersih hingga pemerataan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pengawasan tersebut berlangsung pada 11–13 Oktober 2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) Sulsel X yang meliputi Kabupaten Toraja Utara dan Tana Toraja.

Bacaan Lainnya

Saat ditemui di Makassar, Kamis (15/10/2026), Firmina mengatakan pengawasan APBD merupakan bagian dari tanggung jawab DPRD untuk memastikan pelaksanaan anggaran berjalan sesuai rencana, ketentuan perundang-undangan, dan kebutuhan masyarakat.

“Pengawasan ini bukan sekadar melihat pelaksanaan program dan penggunaan anggaran. Kami juga ingin memastikan program pemerintah benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat nyata. Karena itu, kami turun langsung untuk mendengar aspirasi, mengetahui kendala di lapangan, dan mencatat hal-hal yang perlu kami perjuangkan,” ujar Firmina.

Saat mengunjungi Kecamatan Kapala Pitu, Kabupaten Toraja Utara, Legislator Gerindra ini mengaku menerima beragam aspirasi masyarakat.

Salah satu persoalan yang mencuat ialah kebutuhan air bersih di tengah musim kemarau panjang.

Menurutnya, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan mendasar yang harus mendapat perhatian pemerintah, terutama bagi masyarakat yang kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.

“Air bersih merupakan kebutuhan utama masyarakat. Ketika kemarau berlangsung panjang, warga yang mengalami keterbatasan akses air tentu menghadapi kesulitan. Aspirasi ini perlu menjadi perhatian agar pemerintah dapat melihat kebutuhan di lapangan dan menentukan langkah penanganan sesuai kewenangannya,” katanya.

Firmina menilai, aspirasi tersebut penting menjadi bahan evaluasi dalam perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan daerah.

Dengan begitu, kebijakan anggaran dapat lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah yang menghadapi keterbatasan akses air bersih.

Selain persoalan air bersih, masyarakat juga menyampaikan harapan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto, dapat menjangkau lebih banyak anak di wilayah pedesaan.

Firmina mengatakan, berdasarkan aspirasi yang diterimanya, masih terdapat sejumlah desa yang belum terjangkau program tersebut.

Kondisi ini membuat masyarakat berharap pemerintah memperluas jangkauan layanan agar semakin banyak anak memperoleh manfaatnya.

“Program MBG diharapkan dapat menjangkau anak-anak secara lebih merata, termasuk mereka yang tinggal di desa-desa yang belum terlayani. Kami memahami masyarakat ingin anak-anak mereka mendapatkan manfaat program ini. Aspirasi tersebut perlu disampaikan kepada pihak terkait agar perluasan jangkauan program dapat menjadi perhatian,” ungkapnya.

Keluhan serupa juga diterima Firmina saat melakukan pengawasan di Ba’lele, Kabupaten Toraja Utara.

Ia mencatat aspirasi warga mengenai pemerataan akses program pemerintah serta kebutuhan lain yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat.

Dalam rangkaian pengawasan tersebut, Firmina juga menerima aspirasi mengenai persyaratan desil bagi masyarakat yang ingin mengakses Sekolah Rakyat serta kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Menurut Firmina, persoalan persyaratan desil perlu mendapat perhatian agar masyarakat memahami kriteria penerima manfaat dan memperoleh informasi yang jelas mengenai mekanisme pendaftaran Sekolah Rakyat.

“Persoalan persyaratan desil perlu dijelaskan dengan baik kepada masyarakat. Kami ingin warga mendapatkan informasi yang jelas mengenai kriteria dan mekanisme yang berlaku, sehingga mereka memahami persyaratan untuk mengakses program tersebut,” katanya.

Sementara itu, terkait alsintan, Firmina menilai dukungan sarana pertanian penting untuk membantu petani meningkatkan produktivitas dan mempermudah pekerjaan di lapangan.

“Kebutuhan alsintan juga menjadi aspirasi yang kami catat. Dukungan peralatan pertanian sangat penting bagi petani, terutama untuk menunjang kegiatan produksi. Aspirasi ini akan kami bawa untuk dibahas dan diperjuangkan melalui mekanisme yang ada di DPRD,” ujarnya.

Firmina menegaskan, seluruh aspirasi yang diterimanya selama pengawasan akan menjadi catatan untuk ditindaklanjuti melalui pembahasan di DPRD Sulsel sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku.

Ia berharap pengawasan langsung ke daerah pemilihan dapat membantu DPRD memperoleh gambaran nyata mengenai kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan program dan penggunaan anggaran daerah.

“Semua masukan masyarakat kami catat. Selanjutnya, kami akan membawa aspirasi tersebut ke DPRD untuk dibahas dan diperjuangkan sesuai kewenangan. Harapannya, pengawasan ini dapat membantu memastikan program dan anggaran pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tutup Firmina.

Dalam setiap titik pengawasan, kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 200 warga. Tingginya partisipasi masyarakat menjadi kesempatan bagi Firmina untuk menyerap masukan secara langsung mengenai berbagai persoalan dan kebutuhan pembangunan di daerah pemilihannya.(***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *