Diduga Keracunan Menu MBG, 79 Siswa SMP di Tana Toraja Dirawat

Tangkapan Layar Video Viral Siswa SMP di Tana Toraja Dievakuasi ke Rumah Sakit. (Foto: Istimewa)

MAKALE, Inikata.id – Puluhan siswa SMP Negeri 1 Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan harus menjalani perawatan di tiga rumah sakit setelah diduga keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (3/9/2026).

Dari data yang diterima, sebanyak 79 siswa tersebut mengalami gejala seperti muntah-muntah dan diare. Saat ini, mereka telah mendapatkan perawatan medis di tiga rumah sakit di Kabupaten Tana Toraja.

Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg
mengatakan, pemerintah daerah telah menyiapkan penanganan medis bagi seluruh siswa yang mengalami gejala sakit.

Bacaan Lainnya

“Persiapan atau menyiapkan semua yang harus dilakukan sebagai sakit dan gejala sakit di Kabupaten Tana Toraja ini sudah siap-siap dan telah merawat korban-korban,” kata Zadrak kepada wartawan, Kamis (3/9).

Ia meminta seluruh rumah sakit memberikan penanganan secara cepat dan optimal sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Saya sudah sampaikan ke semua pimpinan rumah sakit bahwa ini harus ditangani sesegera mungkin dan seoptimal mungkin sesuai dengan ketentuan yang ada, sesuai dengan SOP yang ada di rumah sakit dalam penanganan hal-hal seperti keracunan seperti ini,” katanya.

Menurutnya, sejumlah siswa sempat mengalami muntah-muntah dan diare. Namun, setelah mendapatkan penanganan medis, kondisi mereka mulai stabil.

“Memang tadi ada beberapa kasus yang muntah-muntah terus dan diare, tapi setelah kita tangani, ini bisa dalam keadaan stabil saat ini,” ungkapnya.

Dari total 79 siswa yang menjalani perawatan, sebanyak 30 siswa dirawat di RSUD Lakipadada, 27 siswa di Rumah Sakit Sinar Kasih, dan 22 siswa lainnya di Rumah Sakit Fatima.

“Rumah Sakit Lakipadada itu merawat 30 siswa dari SMP 1 Makale.

Kemudian di Rumah Sakit Sinar Kasih itu dirawat 27 siswa kita. Kemudian di Rumah Sakit Fatima merawat 22,” jelasnya.

Bupati berharap kondisi seluruh siswa tetap stabil dan mereka dapat segera pulih.

“Kita harapkan seperti itu, tetap stabil dan cepat sembuh,” ujarnya.

Hingga kini, dugaan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa masih dalam penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Pemerintah belum dapat memastikan bahwa makanan MBG yang menjadi penyebab utama sebelum adanya hasil pemeriksaan medis maupun laboratorium. (*)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *