MAROS — Camba Run 2026 tak sekadar menjadi ajang adu cepat para pelari. Event lari 5 kilometer yang digelar di Kecamatan Camba, Kabupaten Maros, Minggu (16/8/2026), mulai menunjukkan potensi Camba sebagai salah satu tujuan event olahraga.
Sebanyak 600 pelari ambil bagian dalam event tersebut. Mereka tidak hanya berasal dari Maros dan daerah sekitar, tetapi juga datang dari sejumlah daerah di luar Sulawesi Selatan, seperti Papua, Solo, Luwu, Kendari hingga Kolaka.
Bupati Maros Chaidir Syam turut hadir dan meramaikan Camba Run yang mengambil titik start di Desa Bajipamai dan finis di Lapangan Andi Baso Camba.
Chaidir menilai tingginya antusiasme peserta menjadi tanda bahwa olahraga lari semakin diminati masyarakat. Di sisi lain, kehadiran peserta dari berbagai daerah juga menjadi peluang untuk memperkenalkan Camba lebih luas.
“Camba Run ini salah satu event yang ramai. Pesertanya bukan hanya dari Maros, tetapi juga datang dari berbagai daerah. Ini menunjukkan bahwa olahraga lari semakin diminati dan Camba mampu menjadi salah satu tujuan event olahraga,” kata Chaidir.
Camba Run 2026 merupakan hasil kolaborasi komunitas Camba Runners yang dipimpin Dedy Aryan. Selain dikenal sebagai pendiri Camba Runners, Dedy juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Maros.
Dedy mengatakan Camba Run tahun ini memasuki pelaksanaan tahun ketiga. Jumlah peserta yang mendaftar pun mencapai sekitar 700 orang, meski tidak seluruhnya mengambil nomor BIB.
“Dari 700 yang mendaftar, tidak sampai 100 yang tidak mengambil BIB,” ujar Dedy.
Menurut Dedy, event tersebut sejak awal dirancang untuk memberikan ruang bagi masyarakat Camba yang memiliki minat terhadap olahraga lari. Selama ini, warga Camba justru kerap harus keluar daerah untuk mengikuti event serupa.
“Ini kami buat karena banyak masyarakat yang menyukai lari. Masyarakat Camba khususnya juga biasa ikut event di luar, makanya kami buat supaya olahraga lari di Camba semakin dikenal,” jelasnya.
Kini kondisinya mulai berbalik. Camba Run justru menarik pelari dari berbagai daerah untuk datang dan berlari di Camba.
Dedy menilai kehadiran pelari dari luar daerah memberikan motivasi tersendiri bagi masyarakat setempat. Warga dapat melihat langsung kemampuan pelari dari daerah lain sekaligus semakin terdorong untuk aktif berolahraga.
Dari sisi penyelenggaraan, hadiah Camba Run 2026 juga dibuat lebih menarik. Panitia menyiapkan hadiah utama berupa sepeda dan televisi, sekitar 90 doorprize, serta hadiah podium bagi juara pertama, kedua dan ketiga kategori putra dan putri.
Chaidir Syam juga memberikan hadiah uang tunai kepada 20 pelari yang mengikuti event tersebut.
Salah satu peserta, Nurul Magfira, mengapresiasi pelaksanaan Camba Run. Menurutnya, event tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Camba karena mampu mendatangkan pelari dari luar daerah.
“Biasanya kami ikut lari di luar, tapi kali ini orang-orang justru datang ke Camba. Ini juga bisa menjadi kebanggaan karena Camba bisa menjadi tuan rumah event olahraga,” tuturnya.
Ia berharap Camba Run dapat terus digelar dan berkembang sehingga semakin banyak pelari dari berbagai daerah yang datang ke Camba.
Dengan kolaborasi pemerintah daerah, komunitas dan legislatif seperti yang terlihat dalam Camba Run 2026, event olahraga tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi turut mengangkat nama Camba sekaligus menggerakkan aktivitas masyarakat setempat.






