MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memberi perhatian serius terhadap pelayanan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Makassar. Di tengah ancaman musim kemarau panjang, Munafri meminta jajaran direksi memastikan distribusi air bersih tetap berjalan optimal sekaligus menjaga kesehatan keuangan perusahaan.
Penegasan itu disampaikan Munafri saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-102 Perumda Air Minum Kota Makassar yang dirangkaikan dengan tausiah di Ruang Terbuka Hijau (RTH) PDAM, Jalan Sam Ratulangi, Kamis (6/8/2026).
Menurut Munafri, Perumda Air Minum memegang peran strategis karena bertanggung jawab memenuhi salah satu kebutuhan paling mendasar masyarakat, yakni air bersih. Karena itu, kapasitas penyediaan air harus terus ditingkatkan agar mampu mengimbangi pertumbuhan penduduk Kota Makassar.
Ia mengingatkan, apabila kebutuhan masyarakat lebih besar dibandingkan ketersediaan air, maka akan memicu kekecewaan publik. Padahal, penyediaan air bersih merupakan hak masyarakat yang wajib dipenuhi pemerintah.
Selain menjaga pasokan, Munafri meminta Perumda Air Minum mengantisipasi dampak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang tahun ini. Penurunan debit air dinilai berpotensi mengganggu sumber air baku sehingga dibutuhkan perencanaan dan langkah antisipasi sejak dini.
“Jangan nanti musim kemarau baru dilakukan. Harus sudah punya perencanaan maintenance dan langkah-langkah antisipasi sejak awal,” tegasnya.
Munafri juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas layanan. Menurutnya, pelayanan tidak cukup hanya memastikan air mengalir ke rumah warga, tetapi juga harus bersih dan layak digunakan.
“Percuma air sampai ke rumah kalau warnanya cokelat, hitam, atau berbau. Peningkatan kualitas harus terus dimaksimalkan,” ujarnya.
Di sisi lain, ia meminta manajemen tetap menjaga likuiditas perusahaan melalui pengelolaan operasional yang efisien tanpa mengurangi kualitas pelayanan. Evaluasi terhadap biaya operasional maupun efektivitas organisasi perlu dilakukan agar kondisi keuangan perusahaan tetap sehat.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum Makkuradde, mengatakan peringatan HUT ke-102 digelar secara sederhana tanpa seremoni besar sebagai bentuk empati terhadap kondisi kekeringan yang tengah dihadapi.
Ia mengungkapkan, tantangan terbesar perusahaan saat ini adalah keterbatasan meter air pelanggan. Kebutuhan meter air pada 2026 diperkirakan mencapai sekitar 30 ribu unit untuk pemasangan baru, penggantian meter rusak, maupun meter yang hilang akibat pencurian. Kondisi tersebut berdampak pada pelayanan pelanggan sekaligus potensi pendapatan perusahaan.
Menghadapi musim kemarau, Perumda Air Minum juga terus mengoptimalkan distribusi air ke sejumlah wilayah. Namun, penurunan debit Sungai Lekopancing serta berkurangnya kapasitas produksi Intake Manggala mulai memengaruhi pasokan air baku sehingga perusahaan terus melakukan berbagai langkah penanganan agar pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga.



