MAROS, Inikata.id – Warga Perumahan Royal Sentraland BTP, Jalan Poros Pammanjengan, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, mengeluhkan sejumlah persoalan yang dianggap mengganggu kenyamanan dan keamanan penghuni perumahan.
Salah satu warga, MF mengatakan bahwa persoalan di lingkungan perumahan tempat tinggalnya telah berlangsung lama. Menurutnya, keluhan warga tidak hanya berkaitan dengan keamanan tetapi juga persoalan kualitas air, kebersihan fasilitas umum dan infrastruktur hingga komunikasi dengan pihak pengelola.
MF juga mengatakan, sejak tahun 2022 hingga saat ini telah terjadi sejumlah kasus pencurian di lingkungan perumahan dan belum dilakukan pembenahan sistem keamanan dalam perumahan yang dihuni sekitar ribuan warga.
“Sejak 2020 sampai sekarang ada beberapa kejadian pencurian. Kami melihat belum ada pembenahan keamanan yang benar-benar memberikan rasa aman kepada warga,” kata MF dalam petisinya yang diterima Inikata.id, Kamis (20/8/2026).
Dalam petisi itu, MF menyebut persoalan tersebut menjadi kekhawatiran warga karena menyangkut keselamatan penghuni, termasuk anak-anak yang beraktivitas di lingkungan perumahan.
“Ini bukan hanya soal kehilangan barang, tetapi menyangkut rasa aman dan kenyamanan warga. Kami ingin ada tindakan nyata dari pengelola,” ujarnya.
Selain keamanan, warga juga mempersoalkan kualitas dan ketersediaan air. Mereka meminta pengelola melakukan pengujian kualitas air secara berkala melalui laboratorium dengan parameter biologi, kimia dan fisika yang sesuai standar.
Warga juga meminta adanya fasilitas pengujian laboratorium secara mandiri agar kualitas air yang digunakan sehari-hari dapat diketahui secara transparan.
Menurut MF, peningkatan kapasitas produksi pengolahan air juga diperlukan seiring bertambahnya jumlah penghuni. Warga berharap tekanan dan kualitas air dapat dipertahankan sehingga kebutuhan sehari-hari dapat terpenuhi.
“Air ini kebutuhan dasar. Kami berharap kualitasnya benar-benar diperhatikan dan ada transparansi melalui uji laboratorium secara berkala,” tuturnya.
Di bidang keamanan, warga meminta penambahan personel, dengan empat petugas keamanan di gerbang utama dan dua petugas di setiap cluster. Warga juga mengusulkan penambahan pos keamanan untuk kawasan Ruko Piccadilly.
Selain itu, warga juga meminta penerapan kartu akses, pemisahan jalur kendaraan warga dan tamu di gerbang utama, pemasangan CCTV di setiap sudut atau lorong yang terhubung ke pos induk, serta penertiban akses kendaraan pekerja dan tukang.
Selain itu, warga juga menyoroti perlunya perbaikan pos keamanan, sosialisasi SOP pengamanan, serta konsistensi personel security agar petugas lebih mengenal penghuni.
“Security juga harus mengenal warga. Kalau personelnya sering berganti, tentu sulit untuk mengenali siapa penghuni dan siapa yang bukan,” ucap MF.
Tidak hanya itu, warga meminta perbaikan sejumlah fasilitas umum, seperti lampu penerangan, gorong-gorong, kabel yang belum tertata, fasum lama serta perluasan jangkauan petugas kebersihan hingga lorong belakang.
“Kami juga mempertanyakan sejumlah fasilitas yang sebelumnya dijanjikan, termasuk Water Theme Park dan fasilitas taman di kawasan Boulevard,” kata MF.
Lebih jauh dituliskannya, berbagai persoalan tersebut telah beberapa kali disampaikan melalui komunikasi dengan pengelola maupun aksi penyampaian aspirasi. Namun, warga menilai masih diperlukan langkah konkret dan komunikasi yang lebih terbuka dari pihak BSA Land selaku pengelola.
“Kami sudah menyampaikan keluhan dan melakukan berbagai upaya agar persoalan ini mendapat perhatian. Kami berharap BSA Land tidak hanya menerima keluhan, tetapi benar-benar mengambil tindakan nyata,” katanya.
“Harapan kami sederhana, kami ingin tinggal di lingkungan yang aman, nyaman, airnya layak, fasilitasnya terawat dan pengelolanya komunikatif. Kami berharap suara warga benar-benar didengar,” sambungnya.
Sementara itu, pihak Estate Management Royal Sentraland, Adi yang dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Kamis (20/8) malam, belum memberikan keterangan terkait keluhan warga yang dituangkan dalam petisi. (Anc)






