Pemkab Maros Kawal Pemulangan Jenazah Vallen dari Armenia, DPR RI Ikut Bergerak

Bupati Maros, Chaidir Syam mempertemukan keluarga Valen dengan anggota Komisi IX DPR RI Uya Kuya dan Ashabul Kahfi di kantor DPR-RI. (ist)

JAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros bergerak mengawal proses pemulangan jenazah Vallen, warga Maros yang diduga menjadi korban pembunuhan di Armenia.

Upaya itu dilakukan dengan memfasilitasi keluarga korban bertemu anggota Komisi IX DPR RI untuk meminta dukungan pemerintah pusat dalam mempercepat penanganan kasus dan pemulangan jenazah ke Indonesia.

Adik korban, Arnold, didampingi Bupati Maros AS Chaidir Syam, bertemu anggota Komisi IX DPR RI Uya Kuya dan anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan, Ashabul Kahfi, di ruang Fraksi PAN DPR RI, Jakarta.

Bacaan Lainnya

Dalam pertemuan tersebut, Uya Kuya langsung menghubungi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) guna memperoleh informasi terkini terkait perkembangan kasus yang menimpa Vallen.

“Pak Uya Kuya tadi menelepon langsung pihak Kemenlu untuk meminta penjelasan. Dari komunikasi tersebut, Kemenlu sudah berkoordinasi dengan pihak konsuler di Armenia terkait proses pemulangan jenazah Vallen,” kata Chaidir.

Menurut Chaidir, Kemenlu memastikan terus mengupayakan bantuan agar proses pemulangan jenazah dapat segera dilakukan.

Namun, proses tersebut masih menunggu penanganan aparat penegak hukum di Armenia karena kasus yang menimpa Vallen masuk dalam kategori tindak pidana.

“Sekarang masih diproses oleh kepolisian Armenia. Administrasi, termasuk paspor almarhum, masih dipegang pihak kepolisian di sana. Jadi kita masih menunggu prosesnya, apalagi ini merupakan kasus kriminal sehingga negara harus hadir,” ujarnya.

Chaidir menegaskan, Pemkab Maros tidak akan tinggal diam dan akan terus mengawal kasus tersebut hingga jenazah Vallen bisa dipulangkan ke kampung halamannya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Uya Kuya dan Ashabul Kahfi yang telah memberikan perhatian dan dukungan kepada keluarga korban.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, DPR RI dan pemerintah pusat sangat dibutuhkan agar proses pemulangan dapat berjalan lebih cepat.

“Ini persoalan kemanusiaan. Kami dari Pemkab Maros akan terus mengawal kasus ini sampai jenazah Vallen dapat kembali ke Maros dan dimakamkan di kampung halamannya,” tegas Chaidir.

Hingga kini, keluarga korban masih menunggu perkembangan proses hukum di Armenia sembari berharap jenazah Vallen segera dipulangkan dan dimakamkan di tanah kelahirannya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *