Makassar, Inikata.id — Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Hasmyati, mendorong mahasiswa menjadi bagian penting dalam mendorong transformasi kampus.
Menurutnya, momentum Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tidak seharusnya hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan perguruan tinggi. Lebih dari itu, PKKMB harus menjadi titik awal untuk menanamkan nilai akademik, karakter, integritas, dan kesadaran mahasiswa terhadap peran mereka dalam perjalanan UNM.
“PKKMB harus menjadi momentum untuk memperkenalkan nilai-nilai akademik sekaligus menanamkan semangat bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam perjalanan dan masa depan UNM,” ujar Prof Hasmyati, Jumat (14/8/2026).
Ia menilai transformasi perguruan tinggi tidak cukup hanya melalui pembangunan sarana dan prasarana. Perubahan juga harus menyentuh tata kelola, mutu layanan akademik, penguatan sumber daya manusia, inovasi pembelajaran, serta penciptaan ekosistem kampus yang mampu merespons perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.
Pengalamannya memimpin FIKK UNM selama dua periode menjadi salah satu pijakan dalam melihat pentingnya perubahan di lingkungan perguruan tinggi. Berbagai pembenahan di tingkat fakultas diarahkan untuk memperkuat kapasitas, meningkatkan layanan akademik, dan menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih produktif.
Menurutnya, transformasi membutuhkan kepemimpinan yang memiliki visi, keberanian melakukan perubahan, serta kemampuan membangun kolaborasi dengan seluruh elemen perguruan tinggi.
“Perubahan tidak bisa dilakukan oleh satu orang. Harus ada kolaborasi antara pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan seluruh stakeholder. Dengan kebersamaan itu, transformasi akan menjadi gerakan bersama,” katanya.
Prof Hasmyati juga mengingatkan mahasiswa baru agar tidak memandang UNM hanya sebagai tempat untuk memperoleh gelar.
Kampus, kata dia, harus dimanfaatkan sebagai ruang untuk mengembangkan karakter, kompetensi, kreativitas, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial (AI), mahasiswa dituntut mampu beradaptasi tanpa mengabaikan nilai akademik dan integritas.
“Mahasiswa harus siap menghadapi perubahan. Teknologi harus dimanfaatkan sebagai alat untuk meningkatkan kemampuan, bukan menggantikan proses berpikir. Karena itu, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, karakter dan integritas tetap menjadi fondasi,” jelasnya.
Ia mendorong mahasiswa baru memanfaatkan berbagai ruang pembelajaran yang tersedia di kampus, mulai dari kegiatan akademik, organisasi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kewirausahaan, hingga aktivitas pengembangan diri.
Prof Hasmyati menegaskan mahasiswa merupakan bagian dari ekosistem akademik yang turut menentukan reputasi dan masa depan UNM.
“Mahasiswa baru hari ini adalah bagian dari wajah UNM di masa depan. Karena itu, mereka harus dipersiapkan bukan hanya menjadi lulusan yang kompeten, tetapi juga menjadi generasi yang mampu membawa nama baik almamater dan memberikan kontribusi bagi masyarakat,” tuturnya.
Ia berharap transformasi UNM terus berjalan mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri perguruan tinggi sebagai institusi yang mencetak sumber daya manusia unggul.
PKKMB, menurutnya, dapat menjadi momentum awal untuk menanamkan semangat tersebut sejak mahasiswa pertama kali menjadi bagian dari keluarga besar UNM. (Anc)






