Digelar September, Patudangi Azis Dukung LPI Volume 4 sebagai Wadah Talenta Muda

Digelar September, Patudangi Azis Dukung LPI Volume 4 sebagai Wadah Talenta Muda (Istimewa)

BULUKUMBA — Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Bulukumba, H. Patudangi Azis, mengapresiasi pelaksanaan Kompetisi Sepak Bola Pembinaan Liga Pelajar Indonesia (LPI) Volume 4 Zona Bulukumba Wilayah V.

Kompetisi yang mempertemukan pelajar tingkat SMA, SMK, MA, dan sederajat dari tiga daerah, yakni Bulukumba, Bantaeng, dan Sinjai, tersebut dijadwalkan berlangsung pada 1 September 2026 di Stadion Mini Bulukumba.

Melalui siaran persnya, Patudangi Azis menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana yang dinilai konsisten menghadirkan ruang kompetisi bagi pesepak bola usia pelajar.

Bacaan Lainnya

Menurut Patudangi, kompetisi antarpelajar tidak semata-mata menjadi arena untuk memperebutkan kemenangan, tetapi juga harus ditempatkan sebagai bagian penting dalam proses pembinaan sepak bola secara berkelanjutan.

“Kami mengapresiasi panitia pelaksana yang terus menghadirkan kompetisi pembinaan bagi pelajar. Ajang seperti ini penting untuk memberikan ruang kepada anak-anak muda menunjukkan kemampuan, sekaligus menjadi bagian dari proses pencarian dan pembentukan talenta sepak bola,” kata Patudangi dalam siaran persnya.

Ia menegaskan, kompetisi usia pelajar merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun ekosistem sepak bola yang sehat. Para pemain muda membutuhkan pertandingan yang kompetitif agar kemampuan teknis, mental, disiplin, dan sportivitas mereka dapat berkembang.

Karena itu, PSSI Bulukumba berharap Liga Pelajar Indonesia Volume 4 tidak berhenti sebagai agenda pertandingan semata. Kompetisi tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi lahirnya pemain-pemain potensial yang kelak dapat memperkuat klub maupun tim daerah.

Zona Wilayah V yang meliputi Bulukumba, Bantaeng, dan Sinjai juga menjadi ruang persaingan sekaligus pertukaran pengalaman bagi para pelajar. Pertandingan antarsekolah dari tiga daerah tersebut diharapkan mampu menciptakan atmosfer kompetisi yang sehat dan berkualitas.

Pelaksanaan kompetisi pada 1 September mendatang sekaligus menjadi momentum untuk melihat sejauh mana pembinaan sepak bola di tingkat sekolah mampu melahirkan pemain-pemain yang siap bersaing.

Bagi PSSI Bulukumba, geliat kompetisi pelajar seperti ini merupakan investasi jangka panjang. Regenerasi sepak bola tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses pembinaan, pertandingan yang konsisten, serta keberanian memberikan panggung kepada talenta-talenta muda.

Dengan demikian, Stadion Mini Bulukumba pada 1 September nanti bukan sekadar menjadi tempat pertandingan. Stadion tersebut akan menjadi panggung bagi para pelajar untuk membuktikan bahwa talenta sepak bola masa depan dapat tumbuh dari sekolah dan daerah.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *