Komisi II DPRD dan Dinas PUTRP Tinjau Jembatan di Pakere, Renovasi Jadi Opsi

MAROS,–Sebuah jembatan di Pakere, Kecamatan Simbang, mengalami kerusakan parah akibat tanah longsor yang terjadi di bawah struktur jembatan.

Menanggapi kondisi ini, Komisi II DPRD Maros bersama Dinas PUTRPP serta tim ahli dari Politeknik Negeri Ujungpandang turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan dan perencanaan penanganan.

Anggota Komisi II DPRD Maros, Andi Safriadi, menjelaskan ambruknya struktur jembatan disebabkan oleh abutmen (penopang ujung jembatan) yang tidak mampu menopang beban.

Abutmen lama diketahui hanya dibangun menggunakan fondasi dasar tanpa tulangan besi yang memadai.

“Struktur abutmen lama tidak cukup kuat, apalagi tahun ini Maros dilanda banjir dua kali yang menyebabkan longsor di sekitar abutmen tersebut,” katanya, Rabu, 30 April 2025.

Menurutnya, salah satu alternatif yang akan diambil adalah membangun abutmen baru menggunakan struktur tulangan besi cor.

Tim ahli juga kata dia merekomendasikan agar posisi abutmen digeser lebih ke dalam.

“Jika opsi ini dijalankan, panjang gelagar jembatan kemungkinan akan bertambah menjadi enam meter. Ini adalah solusi yang efisien secara anggaran karena tidak perlu membongkar seluruh jembatan,” jelasnya.

Politikus PAN itu mengatakan, jika pembangunan jembatan baru dilakukan, anggaran yang dibutuhkan bisa mencapai Rp15 miliar.

Namun jika dilakukan renovasi, biayanya diperkirakan hanya sekitar Rp1 miliar.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTRPP Maros, Muhammad Alif Husnaeni, mengatakan hasil peninjauan bersama tim ahli menghasilkan beberapa catatan teknis penting.

“Metode pelaksanaan perbaikan menjadi titik krusial agar tidak menimbulkan kerusakan baru pada struktur jembatan. Oleh karena itu, saat ini kami sedang menyusun data teknis sebagai bahan analisis tim ahli,” ungkapnya.

Untuk saat ini, jembatan tidak dapat dilalui kendaraan dan masyarakat diminta berhati-hati, terutama pejalan kaki yang masih melintas di area sekitar.

“Jembatan dalam kondisi sangat rawan. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melintasi jembatan demi keselamatan,” tambahnya. (Bak)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *