Chaidir Syam Kembali Nahkodai PMI Maros, Relawan Diminta Siap Hadapi Bencana

Bupati Maros, Chaidir Syam saat dilantik menjadi ketua PMI Maros untuk periode ketiga. (ist)

MAROS — Chaidir Syam kembali resmi memimpin Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Maros untuk masa bakti 2026-2031. Ini menjadi periode ketiga Chaidir menduduki posisi Ketua PMI Maros.

Chaidir bersama jajaran Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Maros dilantik oleh Ketua PMI Sulawesi Selatan (Sulsel) Adnan Purichta Ichsan di Bumi Perkemahan Simbang, Kecamatan Simbang, Kamis (17/9/2026) sore.

Usai dilantik, Chaidir yang juga menjabat Bupati Maros menegaskan komitmennya memperkuat peran PMI dalam membantu masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan bencana.

Bacaan Lainnya

Salah satu perhatian utama PMI Maros saat ini yakni penanganan dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah. Penyaluran air bersih ke daerah terdampak terus dilakukan sebagai bagian dari aksi kemanusiaan PMI.

“Penyaluran air bersih ke wilayah terdampak kekeringan terus berjalan. Ini adalah bagian dari panggilan tugas kemanusiaan kami,” ujar Chaidir.

Menurutnya, penanganan krisis air bersih tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara PMI, pemerintah daerah, serta para relawan agar bantuan dapat bergerak cepat dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Chaidir juga menekankan pentingnya peran relawan dalam setiap aksi kemanusiaan PMI. Mereka menjadi garda terdepan ketika terjadi bencana maupun kondisi darurat di masyarakat.

“Relawan punya peran luar biasa. Mereka selalu siap bergerak cepat saat bencana datang,” tambahnya.

Pelantikan pengurus PMI Maros kali ini turut dirangkaikan dengan latihan gabungan kepalangmerahan dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

Ketua PMI Sulsel Adnan Purichta Ichsan juga membawa cerita tersendiri dalam agenda tersebut. Ia mengenang awal perjalanannya saat mencalonkan diri sebagai Ketua PMI Sulsel.

“Suara pertama yang saya dapatkan waktu itu datang dari PMI Kabupaten Maros,” kenang mantan Bupati Gowa dua periode tersebut.

Dalam kesempatan itu, Adnan juga mengapresiasi keaktifan PMI Maros dalam menjaga ketersediaan stok darah. Ia menyebut kebutuhan darah di Sulsel mencapai sekitar 16 ribu kantong setiap bulan.

“Semoga Maros terus konsisten dan menjadi teladan bagi kabupaten/kota lain di Sulawesi Selatan,” harap Adnan.

Adnan kemudian mengingatkan seluruh jajaran PMI, mulai dari Palang Merah Remaja (PMR), Korps Sukarela (KSR), Tenaga Sukarela, hingga pengurus agar menjadikan PMI sebagai wadah pengabdian kepada masyarakat.

Ia menegaskan PMI merupakan organisasi kemanusiaan yang bekerja untuk membantu masyarakat tanpa berorientasi pada keuntungan.

“Setiap ada bencana, relawan wajib hadir di lapangan. Tangan kita harus selalu siap merangkul mereka yang membutuhkan pertolongan,” tegasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *