UKI Paulus Wisuda 668 Sarjana, Raih Predikat WTP

UKI Paulus Wisuda 668 Sarjana, Raih Predikat WTP. (Foto: Istimewa)

MAKASSAR, Inikata.id — Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus menggelar wisuda bagi 668 sarjana. Momentum tersebut menjadi penanda keberhasilan para lulusan sekaligus refleksi atas berbagai capaian universitas dalam bidang akademik, sumber daya manusia, tata kelola keuangan, hingga pembangunan infrastruktur.

Rektor UKI Paulus, Prof. Agus Salim, mengatakan perkembangan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu fokus universitas. Saat ini, UKI Paulus memiliki sejumlah guru besar dan sekitar 60 dosen bergelar doktor.

Selain itu, enam dosen sedang dalam proses menyelesaikan pendidikan doktoral. Universitas juga terus memberikan dukungan melalui program beasiswa bagi dosen yang melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 dan S3.

Bacaan Lainnya

Capaian akademik juga ditunjukkan melalui kiprah dosen UKI Paulus di tingkat nasional. Prof. Yoel Pasae dipercaya menjadi Evaluator Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) tingkat nasional.

Di bidang tata kelola keuangan, UKI Paulus mencatat pendapatan semester genap 2026 mencapai 95 persen dari target. Pengelolaan keuangan universitas juga memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) berdasarkan hasil audit akuntan.

Predikat tersebut menjadi salah satu indikator akuntabilitas pengelolaan keuangan UKI Paulus dalam mendukung tata kelola perguruan tinggi yang transparan dan profesional.

Sementara di bidang infrastruktur, UKI Paulus terus melakukan pembangunan dan renovasi sejumlah fasilitas pendidikan, termasuk fasilitas yang berkaitan dengan pengembangan Program Studi Kedokteran.

Nilai pembangunan dan renovasi tersebut mencapai sekitar Rp17 miliar dan hingga kini masih terus dikembangkan untuk menunjang proses pembelajaran.

Agus Salim menegaskan berbagai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur sivitas akademika.

“Keberhasilan UKI bukan hanya rektor saja, tetapi semuanya. Pimpinan universitas, program studi, dosen, mitra, dan mahasiswa,” katanya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendorong perkembangan UKI Paulus.

Sementara itu, Ketua Yayasan PIKI Paulus, Pdt. Yonahis Metrus, mengingatkan para wisudawan bahwa gelar akademik bukan sekadar pencapaian, tetapi juga membawa tanggung jawab baru.

“Wisuda bukan hanya tentang bagaimana memperoleh gelar, tetapi juga adalah tanggung jawab,” ujarnya.

Menurutnya, setelah menyelesaikan pendidikan, para lulusan akan menghadapi tantangan kehidupan yang sesungguhnya. Ilmu yang diperoleh selama di bangku kuliah harus mampu diterapkan dalam dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

“Setelah itu kehidupan akan menguji kita melalui pendidikan yang kita dapat, mengenai bagaimana cara kita bekerja, bagaimana ilmu kita, serta bagaimana cara kita berkomunikasi,” katanya.

Yonahis juga mengapresiasi berbagai capaian UKI Paulus di bawah kepemimpinan rektor, termasuk pengembangan program pendidikan, peningkatan kualitas dosen, pemberian beasiswa, hingga pengembangan Fakultas Kedokteran.

Sebagai bentuk apresiasi, Yayasan PIKI Paulus turut memberikan penghargaan kepada pimpinan UKI Paulus atas dedikasi dan kepemimpinannya dalam mendorong kemajuan universitas.

Wisuda tersebut menjadi momentum bagi para lulusan untuk memasuki tahap baru dalam kehidupan sekaligus bagi UKI Paulus untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan tata kelola perguruan tinggi.

Turut hadir Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Prof. Bundu, jajaran pimpinan universitas, Yayasan PIKI Paulus, dosen, sivitas akademika, serta orang tua dan keluarga wisudawan. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *