Lepas Kontingen Jamnas Pramuka, Bupati Maros Bagikan Uang Saku Rp500 Ribu ke Peserta

Bupati Maros, Chaidir Syam saat melepas sekaligus menyerahkan uang saku ke peserta Jambore Nasional yang akan berangkat ke Cibubur, Jakarta. (ist)

Maros – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Maros memperingati Hari Pramuka ke-65 dengan menggelar apel besar di Lapangan Pallantikang, Kabupaten Maros, Kamis (6/8/2026).

Momentum tersebut sekaligus menjadi ajang pelepasan 48 peserta Jambore Nasional (Jamnas) 2026 yang akan mewakili Maros di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta.

Apel dipimpin langsung Bupati Maros yang juga Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Maros, AS Chaidir Syam, didampingi Ketua Kwarcab Maros Muetazim Mansyur.

Mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”, upacara diikuti ribuan peserta mulai dari Pramuka Siaga, Penggalang, Penegak, Pandega, para pembina, andalan gugus depan, kwartir ranting, unsur Mabicab hingga Forkopimda Maros.

Pelaksanaan apel Hari Pramuka dilakukan lebih awal karena jadwal Jambore Nasional tahun ini bertepatan dengan peringatan Hari Pramuka pada 14 Agustus.

BACA JUGA: Tingkatkan Kualitas SDM Indonesia, Prabowo Bangun Sekolah Unggulan hingga Undang Universitas Terbaik Dunia

“Karena pelaksanaan Jambore Nasional bertepatan dengan Hari Pramuka, maka apel besar kita laksanakan lebih awal hari ini,” kata Chaidir Syam.

Dalam kesempatan tersebut, Kwarcab Maros secara resmi melepas 48 peserta Jambore Nasional yang dijadwalkan berangkat menuju Jakarta pada 8 Agustus 2026 menggunakan kapal laut bersama kontingen Pramuka Sulawesi Selatan.

Ketua Kwarcab Maros, Muetazim Mansyur, mengatakan jumlah rombongan Maros yang berangkat ke Jamnas tidak hanya peserta, tetapi juga para pendamping, unsur kwartir, hingga majelis pembimbing.

“Peserta Jamnas ada 48 orang. Namun bersama pendamping dan pengurus, total kontingen Maros yang berangkat mencapai sekitar 100 orang,” ujarnya.
Muetazim menegaskan dirinya akan ikut mendampingi perjalanan kontingen hingga tiba di Jakarta.

“Saya sendiri akan mengantar rombongan menggunakan kapal laut dan memastikan seluruh peserta berangkat dengan baik,” katanya.

Prosesi pelepasan ditandai dengan pemasangan jaket kontingen oleh para orang tua peserta. Selanjutnya dilakukan penyerahan Pataka Cikal dari Ketua Mabicab kepada Ketua Kwarcab Maros yang kemudian diteruskan kepada Ketua Kontingen Cabang Maros, Kamaluddin.

Dari total 48 peserta, sebanyak 32 orang diberangkatkan dengan pembiayaan penuh dari Kwarcab Maros, sedangkan 16 peserta lainnya mengikuti kegiatan secara mandiri.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Maros juga memberikan bantuan uang saku sebesar Rp500 ribu kepada masing-masing peserta Jamnas sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah.
Sambil berseloroh, Chaidir merespons pernyataan Ketua Kwarcab yang sebelumnya memberi isyarat bantuan.

“Kalau tadi Pak Ketua Kwartir kasih kode, ‘ada seratus?’, saya jawab, ‘ada lima ratus’,” ucap Chaidir yang langsung disambut tepuk tangan peserta.

Dalam amanatnya, Chaidir menegaskan tema Hari Pramuka tahun ini bukan sekadar slogan, tetapi menjadi ajakan memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kontribusi Gerakan Pramuka terhadap pembangunan nasional.

Menurutnya, ada tiga fokus utama yang harus terus diperkuat, yakni membangun organisasi Pramuka yang modern dan profesional, mendukung program swasembada pangan melalui berbagai kegiatan kepramukaan, serta menyiapkan generasi muda yang berkarakter, berintegritas, memiliki kecakapan hidup, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Kwarcab Maros berharap keikutsertaan dalam Jambore Nasional menjadi wadah bagi anggota Pramuka untuk mengembangkan kemampuan, memperluas wawasan, sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Maros di tingkat nasional.

Pos terkait